Cara HIV Menyerang Sel dan Treatment yang Dikembangkan untuk Menangulanginya


Cara HIV Menyerang Sel dan Treatment yang Dikembangkan untuk Menangulanginya 


Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan virus yang memiliki materi genetik berupa RNA (retrovirus). Virus tersebut menyebabkan seseorang lama-kelamaan akan kehilangan sistem kekebalan tubuhnya atau sering disebut dengan Acquired Immunodeficiency Syndrome(AIDS). Penyebaran virus HIV dari taun ke tahun mengalami peningkatan, begitu juga dengan penderita AIDS juga banyak yang meninggal dunia. Penderita AIDS yang meninggal dunia tidak disebabkan langsung oleh virus HIV, tetepi lebih karena terserang berbagai penyakit ringan seperti flu atau demam yang sebenarnya bukan penyakit yang berbahaya. Hal tersebut terjadi karena sistem kekebalan tubuh penderita AIDS sudah rapuh.
Virus HIV dalam tubuh penderita akan menyerang sistem kekebalan tubuh terutama sel T CD4+. Virus HIV mengenali targetnya karena virus tersebut memiliki senyawa glycoprotein (gp120) pada permukaannya yang dapat berikatan dengan marker protein (CD4) pada membran sel macrofag. Setelah menempel pada marker CD4, ikatan HIV-CD4+ kemudian akan perikatan protein CCR5 agar bisa melewati membran sel. Virus HIV tersebut masuk ke dalam sel dengan mekalisme endositosis.
Setelah di dalam sel, virus HIV akan memperbanyak diri dengan menggunakan bahan-bahan yang telah tersedia dalam sel. Virus HIV tidak akan menghancurkan sel macrofag yang diinfeksinya namun akan mengeluarkan partikel virus yang telah disintesis ke luar sel menggunakan mekanisme eksositosis.


Gambar partikel virus HIV yang sedang menginfeksi sel T CD4+

  

  Di dalam sel makrofag, virus HIV akan terus memperbanyak diri, Lama-kelamaan virus HIV dalam makrofag akan bermutasi dengan mengubah gen untuk pembentukan protein gp120, akibatnya reseptor kedua pada saat virus menginfeksi sel akan lebih cenderung mengikat protein CXCR4 daripada protein CCR5. CXCR4 merupakan reseptor yang ada pada sel T CD4+. Proses mutase tersebut akan menyebabkan sel T CD4+ juga akan diserang oleh virus HIV. Berbeda dengan yang terjadi pada sel makrofag, saat virus menginfeksi sel T CD4+, Partikel virus baru akan akan keluar dari sel dengan cara memecah sel. Pada tahap tersebut, penderita akan mengalami  penurunan sel T CD4+ yang menyebabkan kondisi kekebalan tubuhnya menurun dan jika terjadi terus- menerus akan menyebabkan penderita terkena AIDS.



Gambar partikel virus HIV yang sedang menginfeksi sel T CD4+



Metode Treatment Penderita HIV

Keberhasilan para peneliti dalam mengungkapkan bagaimana HIV menginfeksi sel targetnya memberikan beberapa terobosan dalam mengobati serangan HIV pada penderita. Ada beberapa metode yang digunakan untuk mencegah atau mengobati penderita HIV, diantaranya adalah :

- Kombinasi Obat
Terapi obat yang diberikan pada penderita HIV adalah kombinasi dari AZT dan protease inhibitors. AZT berperan memblok proses replikasi asam nukleat pada virus, sedangkan protease inhibitor berperan menghambat penbentukan protein fungsional kapsid,yang disandikan oleh gen gag, poll, and env. Penggunakan kombinasi obat tersebut pada penderita terbukti mampu menghilangkan HIV di dalam aliran darah, namun HIV masih ditemukan pada jaringan limfa penderita sehingga jika penggunaan obat ini dihentikan maka HIV akan ada lagi dalam darah penderita.

- Menggunakan gen HIV yang cacat.
            Strain HIV yang ditemukan di Australia kehilangan kemampuannya dalam kemampuannya dalam memperbanyak diri. Telah diketahui bahwa strain HIV tersebut mengalami kerusakan dari gen nef. Gen yang bertanggung jawab dalam pembentukan protein penting untuk replikasi. Penemuan ini memberikan peluang bagi para peneliti untuk membuat vaksin untuk HIV. Selain itu,  penemuan tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk membuat obat yang targetnya memblock protein nefsehingga HIV tidak dapat memperbanyak diri.

- Memanfaatkan Chemokines and CAF
Chemokines adalah suatu protein yang fungsinya untuk menarik sel darah putih ke daerah infeksi. Level chemokinesterlihat meningkat darah pada penderita HIV yang belum berlanjut ke AIDS. Dari penelitian di laboratorium diketahui bahwa chemokines mampu menghambat HIV dengan memblock coreseptor CCR5 dan CXCR  sehingga dilakukan penelitian yang intens tentang  chemokines. Namun penelitian tersebut belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Metode lain yang dikembangkan untuk treatment HIV adalah CAF (CD8+ cell antiviral factor). Saat ini peneliti belum bisa mengisolasi CAF namun diduga CAF mampu mencegah HIV untuk bereplikasi ketika telah menginfeksi sebuah sel.


Gambar metode treatment HIV. 1) Kombinasi terapi obat, AZT memblock replikasi HIV, protease inhibitors memblock produksi protein penting. 2) memanfaatkan gen nef yang cacat memungkinkan peneliti mengembangkan vaksin HIV. 3) chemokines mampu memblock reseptor CXCR4 dan CCR5. 4) membuat mutase dengan menonaktifkan reseptor CXCR4 dan CCR5. 5) CAF memblock replikasi HIV



Load disqus comments

0 comments