Siklus Hidup dan Perkembangan Entamoeba histolytica serta penjelasan spesies Amoeba lainnya

Dalam postingan kali ini kita akan membahas tentang amoeba, utamanya Entamoeba histolytica. Amoeba merupakan parasit pada manusia yang diklasifikasikan dalam filum rhizopoda. Amoeba terdiri dari beberapa apa spesies namun hampir sebagian besar tidak menyebabkan penyakit yang parah pada manusia hanya ada satu spesies yang dapat menyebabkan sakit parah pada manusia yaitu Entamoeba histolytica. Entamoeba histolytica dapat menyebabkan penyakit yang parah bahkan menyebabkan kematian.

Ada 8 spesies  amoeba yang hidup parasit didalam tubuh manusia yaitu :

1. Entamoeba histolytica 

2.  Entamoeba hartmanni

3.  Entamoeba dispar

4.  Entamoeba colli 

5.  Entamoeba polecki 

6. Entamoeba gingivalis

7. Endolimax nana

8.  Iodamoeba butschlii.


Baca Juga : Penjelasan tentang Nematoda

Selain Entamoeba gingivalis, semua spesies tersebut hidup parasit di saluran pencernaan tetapi entamoeba gingivalis hidup parasit di mulut. Selain ke 8 spesies tersebut amoeba juga mempunyai 3 genus yang hidup  bebas dialam maksudnya  tidak parasit pada manusia namun dapat hidup di dalam tubuh manusia atau masuk ke dalam tubuh manusia karena suatu hal misalkan terminum saat berenang. 

Berikut adalah gambar dari 8 spesies yang telah disebar disebutkan di atas:


Jenis-jenis Amoeba, Entamoeba histolytica, Entamoeba hartmanni, Entamoeba dispar, Entamoeba colli, Entamoeba polecki, Entamoeba gingivalis, Endolimax nana, Iodamoeba butschlii.
Gambar Kista dan tropozoit dari berbagai spesies amoeba; Entamoeba histolytica, Entamoeba hartmanni, Entamoeba dispar, Entamoeba colli, Entamoeba polecki, Entamoeba gingivalis, Endolimax nana, Iodamoeba butschlii.


Entamoeba histolytica 

Seperti  yang telah dijelaskan diatas bahwa Entamoeba histolytica dapat menyebabkan penyakit yang parah atau membahayakan. Penyakit yang  disebabkan oleh  Entamoeba histolytica adalah amoebic dysentery atau amoebiasis yang pertama kali ditemukan oleh Losch  pada tahun 1875. Entamoeba histolytica  dapat menyerang manusia di berbagai belahan dunia, Baik daerah tropis, subtropis. Maupun daerah dingin. Infeksi terjadi seringkali karena penderita menelan kista  dari Entamoeba histolytica yang berasal dari makanan minuman atau tangan yang telah terkontaminasi.


Siklus hidup  Entamoeba histolytica

Sebelum  membahas siklus hidup Entamoeba histolytica perlu diketahui bahwa  amoeba memiliki dua  fase dalam hidupnya yaitu fase tropozoit dan fase kista. Tropozoit  Entamoeba histolytica hidup di usus besar, rektum, dan kadang  di usus halus bagian bawah.  Tropozoit tersebut Memiliki ukuran diameter 25 um dan bergerak aktif.Alat gerak yang digunakan adalah pseudopodium. Pseudopodium merupakan  membran sel yang dijulurkan. Pseudopodium dari Entamoeba histolytica berbentuk seperti jari.

Sitoplasma tropozoit dari Entamoeba histolytica memiliki 2 jenis sitoplasma, yaitu bagian yang bening dan bagan yang bergranula. Granula tersebut merupakan vakuola makanan yang berisi eritrosit Inang,  leukosit inang, Sel epitel inang, bakteri atau material makanan yang tertelan oleh parasit tersebut.

Pada kondisi yang tidak menguntungkan  tropozoit akan membentuk  prekista yang selanjutnya berkembang menjadi kista. Dalam pembentukan prekista,  tropozoit Berubah bentuk menjadi lebih oval  atau bundar. Pembentukan kista dari prekista diawali dengan  disekresikannya Membran hialin tipis oleh prekista. Hialin tersebut menyelimuti seluruh permukaan membentuk dinding kista.

Kista mempunyai diameter 12 um dan mempunyai  satu inti sel. Dalam pengamatan mikroskop terkadang terdapat glikogen dan batang kromatin (chromatoidal bars). Batang kromatin (chromatoidal bars) adalah  endapan  atau kumpulan dari asam nukleat yang tiap-tiap spesies  bentuknya berbeda-beda. Bentuk dari batang kromatin (chromatoidal bars) inilah yang dapat digunakan untuk membedakan kista dari  entamoeba histolytica dengan kista dari spesies lain. Batang kromatin (chromatoidal bars) dari Entamoeba  histolytica Mempunyai ujung yang agak membulat sedangkan batang kromatin (chromatoidal bars) dari Entamoeba coli Memiliki  ujung  yang bergerigi atau pecah.

Inti sel dari kista mengalami  dua kali pembelahan  mitosis  membentuk 4 anakan inti yang nantinya akan berkembang menjadi 4 tropozoit. 

Baca Juga : Penjelasan materi tentang Cacing Hati atau Fasciola hepatica

Kista dari Entamoeba histolytica tahan terhadap kekeringan dan senyawa kimia. Kista tersebut  dapat hidup di air selama 1 bulan sedangkan pada tinja yang kering dapat bertahan lama 12 hari. Selain itu, kista dari Entamoeba histolytica tahan hingga  pada suhu 50 derajat Celcius. 

Kista akan ikut keluar dari sistem pencernaan bersama dengan tinja. Ketika makanan dan minuman terkontaminasi dengan kista tersebut, kista akan tertelan dan masuk kembali ke sistem pencernaan. Kista menuju ileum melewati lambung. Ileum  merupakan bagian  ujung dari usus halus. Kista mempunyai dinding yang tahan terhadap pH rendah sehingga tidak rusak ketika melewati lambung. 

 Di dalam ileum,  Kista akan  mengalami excystation. Excystation adalah perubahan kista menjadi  tropozoit. Empat anakan inti dari kista akan mengalami pembelahan mitosis  membentuk 8 tropozoit. Tropozoit tersebut kemudian turun ke ke usus besar. Di dalam usus besar,  tropozoit akan  makan tumbuh  dan berkembang.   

jenis-jenis amoeba, Entamoeba histolytica, Siklus Hidup dan Perkembangan Entamoeba histolytica serta penjelasan spesies Amoeba lainnya
Siklus hidup Entamoeba histolytica

Demikian postingan tentang Siklus Hidup dan Perkembangan Entamoeba histolytica serta penjelasan spesies Amoeba lainnya.

Semoga bermanfaat.

Load disqus comments

0 comments