Praktikum Mikologi : Perhitungan Angka Jamur


Tujuan Praktikum Perhitungan Angka Jamur

Bertujuan untuk mengetahui cara dan prinsip uji angka kapang khamir dalam 1 gram/ml sampel makanan atau minuman.

 Prinsip Praktikum Perhitungan Angka Jamur

Menumbuhkan spora jamur yang terdapat dalam suatu produk (makanan/minuman). Satu spora jamur akan tumbuh membentuk satu koloni pada medium pembenihan. Jumlah koloni yang tumbuh (Colony Forming Units) ditetapkan sebagai angka jamur per gram tau per ml sampel.

Dasar Teori

Berbagai macam uji mikrobiologi dapat dilakukan terhadap pangan, meliputi uji kuantitatif mikroba yaitu bakteri dan jamur untuk menentukan mutu dan daya tahan suatu makanan, uji kualitatif bakteri pathogen untuk menentukan tingkat keamananya dan uji bakteri indikator untuk nmeningkatkan sanitasi makanan tersebut. Pengujian yang dilakukan terhadap setiap bahan pangan tidak sama tergantung dari berbagai faktor seperti jenis dan komposisi bahan pangan cara pengolahan, dan penyimpanan,cara penaganan dan komsumsinya.

Uji kapang khamir (AKK) adalah pengujian yang dilaksanakan untuk menghitung jumlah kapang dan khamir yang ditumbuhkan pada medium tertentu, dilakukan dengan prinsip hitung cawan, yang apabila satu sel mikroorganisme yang masih hidup ditumbuhkan pada medium yang sesuai maka sel tersebut akan berkembang biak dan membentuk koloninya dapat dilihat langsung pada medium yang digunakan setelah dilakukan inkubasi pada suhu dan waktu tertentu.

Tujuan dilakukannya uji AKK ini yaitu untuk mengetahui cara dan prinsip pengujian AKK dalam sampel makanan atau minuman agar kita bisa mengetahui dan menentukan mutu daya tahan suatu makanan atau sediaan yang diujikan.  Medium pembenihan jamur yaitu medium yang mempunyai kandungan karbohidrat terdiri dari 20% glukosa sehingga baik untuk pertumbuhan khamir dan kapang, tetapi karena beberapa bakteri juga memfermentasikan karbohidrat dan menggunakannya sebagai sumber energi, maka beberapa bakteri masih mungkin tumbuh pada medium seperti Potato Dextrose Agar (PDA), Sabouraud Dextrose Agar (SDA), maupun Sabouraud Glucose Agar (SGA). Penambahan Chloramphenicol yaitu sebagai antibiotik yang diberikan pada medium yang berfungsi untuk membunuh mikroba-mikroba yang tidak diinginkan supaya medium yang akan kita buat tidak terganggu atau dengan kata lain agar media tidak terkontaminasi.

 

Alat

1.      Cawan Petri steril

2.      Gelas objek

3.      Cover glass

4.      Gunting/skalpel steril

5.      Pipet ukur steril

6.      Lampu spiritus

7.      Entkas atau Laminar Air Flow


Bahan

1.    Medium Sabouraud Glucose Agar (SGA) + Chloramphenicol

2.    Larutan alkohol 70%

3.    Aquadest/Garam Fisiologis (NaCl) steril

4.    Sampel makanan/minuman

 

Baca Juga : Praktikum Mikologi : Teknik Kultur Slide pada Jamur (Teknik Henrici’s cultur slide)


Persiapan Sampel

1.    Amatilah kemasan, cartat merek, kode produksi, tanggal produksi, tanggal kadaluwarsa dan tanggal pengambilan sampel

2.    Amatilah konsistensi, bau, warna, dan ras

3.    Kemasan dibuka secara aseptis

4.    Ambil sampel sebanyak 10 gram (untuk sampel padat) atau 10 ml (untuk sampel cair), masukkan dalam 90 ml aquadest atau larutan garam fisiologis steril 

5. Lakukan pengenceran sampai 10-4

 

Metode Sebar

1.    Siapkan plate medium Sabouraud Glucose Agar (SGA) + Chloramphenicol

2.    Pipet 0,1 ml suspensi dari tiap-tiap pengenceran ke plate agar, secara aseptik, ratakan dengan batang kaca bengkok steril, lakukan duplo

3.    Inkubasi pada suhu ruang 20-25OC selama 5-7 hari

4.    Hitunglah jumlah koloni jamur yang tumbuh

Metode Tuang

1.    Pipet 1 ml suspensi dari tiap-tiap pengenceran ke dalam cawan Petri steril secara aseptik

2.    Cairkan medium Sabouraud Glucose Agar (SGA) + Chloramphenicol pada penangas air, diamkan sampai suhu kira-kira 500C

3.    Tuangkanlah medium Sabouraud Glucose Agar (SGA) dalam cawan Petri steril, campur sampai homogen, biarkanlah memadat

4.    Inkubasi pada suhu ruang 20-25OC selama 5-7 hari

5.    Hitunglah jumlah koloni jamur yang tumbuh.

 

 Pembuatan Kontrol

1. Kontrol Medium:

  • Siapkanlah plate medium Sabouraud Glucose Agar (SGA)
  • Inkubasi pada suhu ruang 20-25OC selama 5-7 hari
  • Amatilah koloni jamur yang tumbuh

 2. Kontrol Pengencer:

  • Pipetlah1 ml larutan pengencer, masukkan dalam cawan Petri steril
  • Cairkanlah medium Sabouraud Glucose Agar (SGA), diamkan sampai suhu kira-kira 500C
  • Tuangkan medium ke cawan Petri yang berisi larutan pengencer
  • Inkubasi pada suhu ruang 20-25OC selama 5-7 hari
  • Amatilah koloni jamur yang tumbuh

 3. Kontrol Lingkungan:

  • Siapkanlah plate medium Sabouraud Glucose Agar (SGA)
  • Bukalah medium di atas selama bekerja (dalam entkas atau Laminar Air Flow), tutuplah cawan Petri seteah usai, inkubasi pada suhu ruang 20-25OC selama 5-7 hari.
  • Amatilah koloni jamur yang tumbuh.

Baca Juga : Jenis-jenis dan Klasifikasi Jamur


Aturan Perhitungan Angka Jamur

Hitunglah jumlah koloni jamur yang tumbuh pada tiap cawan Petri dari setiap pengenceran, tentukanlah angka jamur tiap gram atau ml sampel. Kriteria perhitungan angka jamur:

  • Bila jumlah koloni antara 40-60 dari cawan Petri pada satu pengenceran yang sama, maka jumlah koloni dari kedua cawan Petri dihitung, dirata-rata dan dikalikan dengan faktor pengenceran.
  • Bila jumlah koloni antara 40-60 dari cawan Petri pada dua tingkat pengenceran berurutan, maka dihitung jumlah koloni, dikalikan faktor pengenceran, lalu dipakai angka rata-rata
  • Hasil tersebut di atas digunakan sebagai angka jamur (kapang/khamir) per gram atau per ml sampel.

Untuk  beberapa kemungkinan lain yang berbeda dari hal tersebut di atas, maka dapat diikuti petunjuk sebagai berikut:

  • Bila hanya salah satu diantara kedua cawan Petri dari pengenceran yang sama menunjukkan jumlah antara 40-60 koloni, maka dihitung jumlah koloni dari kedua cawan dikalikan dengan faktor pengenceran.
  • Bila pada tingkat pengenceran yang lebih tinggi didapat jumlah koloni lebih besar dua kali jumlah koloni pada pengenceran di bawahnya, maka dipilih tingkat pengenceran terendah. Misalnya pada pengenceran 10-2 didapatkan 60 koloni dan pada pengenceran 10-3 didapatkan 20 koloni, maka dipilih jumlah koloni pada tingkat pengenceran 10-2  yaitu 60 koloni.
  • Bila dari seluruh cawan Petri tidak ada satupun yang menunjukkan jumlah 4060 koloni, maka dicatat angka sebenarnya dari tingkat pengenceran terendah dan dihitung sebagai angka jamur perkiraan.Bila tidak ada pertumbuhan pada semua cawan Petri, dan bukan disebabkan karena faktor inhibitor, maka angka jamur dilaporkan kurang dari 1 dikalikan faktor pengenceran terendah.

 Demikian postingan tentang Praktikum Mikologi : Perhitungan Angka Jamur, semoga bermanfaat

Load disqus comments

0 comments