Trichinella Spiralis : Morfologi, Siklus Hidup, Epidemiologi, Gejala infeksi, Diagnosis dan Pencegahannya

 Morfologi cacing Trichinella Spiralis

Cacing dewasa mempunyai bentuk kecil dan ramping . Individu jantan berukuran 1,5 x 0,04 mm, memiliki ujung posterior melengkung dengan dua pelengkap lobus yang disebut alae. Sistem reproduksi pria adalah  testis tunggal yang terletak di sepertiga posterior dari tubuh. Cacing betina berukuran 3,5 x 0,06 mm, memiliki ujung posterior yang membulat dan bersifat monodelfis, dengan vulva di seperlima anterior tubuh.

Trichinella Spiralis : Morfologi, Siklus Hidup,  Epidemiologi, Gejala infeksi, Diagnosis dan Pencegahan
Morfologi  Trichinella Spiralis; (a). Jantan, (b). Betina

Siklus Hidup Trichinella Spiralis

Infeksi cacing Trichinella Spiralis dimulai dengan manusia yang memakan daging babi, beruang ataupun hewan mamalia lainnya (karnivora dan omnivora), baik mentah ataupun yang sudah dimasak namun tidak sempurna. Daging mamalia banyak mengandung kista yang terdapat larva efektif yang masih hidup. Setelah manusia memakan hewan mamalia maka kista akan masuk kedalam lambung dan terjadi eksitasi dan larva akan masuk kedalam usus dan menjadi dewasa.

Pada hari keenam cacing betina mulai mengeluarkan larva, biasanya cacing betina menghasilkan larva sebanyak 1350-1500 ekor. pengeluaran larva akan berlangsung selama 4 minggu. Kemudian larva akan bergerak menuju pembuuh darah dan menuju jantung serta paru-paru dan akhirnya menembus otot.

Trichinella Spiralis : Morfologi, Siklus Hidup,  Epidemiologi, Gejala infeksi, Diagnosis dan Pencegahan
Siklus Hidup Trichinella Spiralis

 Epidemiologi cacing Trichinella Spiralis

Trichinella Spiralis disebut juga cacing otot merupakan salah satu cacing terbesar di dunia (kosmopolit), kecuali di kepulauan pasifik dan australia. Infeksi cacing ini dapat ditentukan oleh adanya larva di dalam kista yang ada pada manusia atau melalui tes intrakutan. Infeksi banyak ditemukan di daerah yang penduduknya gemar makan daging babi ataupun daging hewan mamalia lainnya. Infeksi pada manusia tergantung jumlah larva yang ada pada tubuh babi. Larva dapat dimatikan denga suhu 60 hingga 70ÂșC, namun larva tidak akan mati pada daging yang diasap atau diasin.

Gejala infeksi Trichinella Spiralis

Setelah cacing masuk ke mukosa usus akan timbul gejala sakit perut dan diare. Gejala yang dikeluhkan tergantung dibagian manakah larva berada. Contohnya sembab di sekitar area mata jika larva menyebar ke bagian mata. Sakit di bagian persendian jika larva menyebar ke bagian persendian. Terjadi gangguan pernapasan jika larva menyebar ke paru-paru. Infeksi Trichinella spiralis dapat juga menyebabkan kelainan jantung atau kelainan syaraf. Jika penderita mengalami masa akut lebih dari 2 minggu maka biasanya akan menyebabkan kematian.

Diagnosis infeksi Trichinella Spiralis

Untuk mendiagnosis terjadinya infeksi cacing otot (Trichinella spiralis), tidak cukup jika hanya melihat gejala klinis pada pasien. Diagnosis yang pasti dapat diperoleh dengan melakukan pemeriksaan laboratorium dengan sampel tinja, test darah, X-Ray, USG dan CT-Scan. Infeksi Trichinella Spiralis juga ditandai dengan adanya benjolan memutih pada kulit berdiameter 5 mm atau lebih dan kulit memerah.

Pencegahan infeksi Trichinella Spiralis

- Hindari makan makanan mentah atau dimasak tidak matang

- Mencuci buah atau sayuran sebelum dimakan

- Mencuci tangan sebelum makan atau sesudah dari toilet

 Pengobatan Infeksi  Trichinella Spiralis

Pengobatan infeksi Trichinella Spiralis ada dua macam yaitu pengobatan spesifik dan pengobatan simtomatik. Pengobatan spesifik adalah pengobatan yang dilakukan oleh dokter dengan memberikan obat cacing spesifik, seperti mebendazole, piperazine dan albendazole. Sedangkan pengobatan simtomatik adalah pengobatan yang dilakukan dengan menyesuaikan gejala yang dikeluhkan oleh pasien, seperti  obat analgetik untuk penghilang rasa sakit kepala atau rasa nyeri pada otot dan obat sedatif untuk obat penenang apabila ada kelainan pada saraf pusat.

Demikian postingan tentang  Trichinella Spiralis : Morfologi, Siklus Hidup, Epidemiologi, Gejala infeksi, Diagnosis dan Pencegahan

SEMOGA BERMANFAAT

Load disqus comments

0 comments